Saat UN CCTV SMAN 1 Sengaja Dimatikan

CCTV(CCTV) BEKASI TIMUR- Kamera pengintai, closed circuit television (CCTV) di SMAN 1 yang bisa dipergunakan untuk memantau kecurangan, mendadak tidak bisa dipergunakan untuk mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) kemarin. Padahal sehari-hari kamera yang terpasang di 17 ruangan dan berada di pojok kanan atas kelas dimanfaatkan pihak sekolah untuk mengawasi kegiatan proses belajar mengajar dan ujian sekolah. (CCTV)

Pihak sekolah membenarkan CCTV tersebut tidak difungsikan karena alasan dalam perawatan sehingga tidak bisa dipergunakan untuk mengawasi pelaksanaan UN. Ada 17 ruangan yang dipakai oleh 369 peserta UN. Dan masing-masing ruangan tersebut, CCTV-nya tidak berfungsi.

’’Masing-masing ruangan kelas memang telah dipasangi kamera CCTV, tapi saat ini sedang tidak diaktifkan karena sedang tidak bisa dipakai. Jadi UN menggunakan pengawasan seperti biasa saja,” ucap Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Bekasi Euis Yulianingsih kepada Radar Bekasi, kemarin. (CCTV)

Euis menjelaskan bila kamera pengintai tersebut berfungsi, semua aktivitas siswa atau pengawas selama ujian berlangsung akan terekam dan bisa diawasi. Lantas mengapa tidak diaktifkan? Euis menjawab diplomatis. ’’Mereka sudah terbiasa terpantau CCTV saat proses belajar mengajar. Diharapkan ada atau tidaknya CCTV ujian nasional tetap berlangsung dengan jujur,’’ katanya.

Tidak diaktifkannya CCTV juga sempat menjadi pertanyaan peserta. ’’Kita tahu di kelas ada kamera CCTV, tapi masih tanda tanya itu rekamannya hidup atau tidak,” ujar salah satu siswa kelas XII IPA 2 SMAN 1 Bekasi, Akbar.

Meski begitu, Akbar mengatakan hidup atau tidaknya kamera pengintai tersebut tak menjadi masalah. ’’Kita sudah biasa ujian diawasi dari CCTV, jadi nggak dibawa stres nyantai saja. Fokus sama soal-soal yang ada di depan mata,” paparnya.

Terpisah, Komisi D DPRD Kota Bekasi mempertanyakan tidak diaktifkannya CCTV di SMAN 1 saat UN berlangsung. ’’Kembalikan kepada fungsi CCTV dimaksudakan untuk apa? Kalau sengaja untuk mengawasi, kenapa tidak diaktifkan dalam UN,’’ ujar Sardi Effendi, anggota Komisi D.

Dia justru mencurigai ada upaya tertentu dari pihak sekolah dengan indikasi tersebut. ’’Saya mencurigai ada indikasi pihak sekolah sengaja tidak melakukan pengawasan. Kalau rusak kenapa tidak diperbaiki sebelum UN. Jangan-jangan, CCTV itu cuma gaya-gayaan dan untuk beda saja karena status RSBI,’’ tandas Sardi.

Pantauan Radar Bekasi, hari pertama pelaksanaan UN dengan materi Bahasa Indonesia sejumlah siswa mengaku cukup kesulitan mengatasi naskah ujian. Yoji Triuntoro, siswa kelas XII IPA 2 SMAN 12 Bekasi, misalnya mengakui kerumitannya. ’’Soalnya lumayan rumit. Banyak kalimat-kalimat yang membingungkan, tetapi ada juga kok yang dari kisi-kisinya,” ungkap Yoji setelah keluar ruangan. (CCTV)

Pelaksanaan UN di Kota Bekasi diikuti 24.211 peserta yang terdiri dari 1.0760 peserta SMA, 1.200 peserta Madrasah Aliyah (MA) dan 12.305 peserta SMK se-Kota Bekasi.

Sementara itu, pelaksanaan UN hari pertama di Kabupaten Bekasi secara umum berlangsung lancar. Seperti yang terlihat di SMKN 2 Cikarang Barat. Para siswa yang mengikuti UN terlihat serius mengerjakan soal pelajaran Bahasa Indonesia.

Dari 513 siswa yang ikut dalam UN kali ini, semuanya hadir dan tidak ada kendala sedikit pun selama UN berlangsung, “Alhamdulillah, tidak ada siswa yang telat datang. Semuanya hadir. Dan, kami juga tidak mengalami kendala seperti kekurangan soal,” ungkap Kepala SMKN 2 Cikarang Barat Manito Puji Haryanto.

Sedangkan untuk pengawasan, kata Manito, UN kali ini juga, selain dari pengawas independen juga melibatkan unsur dari TNI dan kepolisian. Namun, meski pengawasannya ketat, tidak membuat konsentrasi para siswa menjadi menurun.

Hal senada juga diungkapkan Humas SMKN 1 Cikarang Barat Suprayitno. Menurut pria berkumis ini, pelaksanaan UN hari pertama di sekolah ini berjalan dengan lancar. Dari 523 siswa yang terdaftar untuk mengikuti UN, semuanya hadir dan tidak mengalami keterlambatan. Selain itu, distribusi soal juga tidak mengalami kendala (CCTV)

Meski begitu, sambung Suprayitno, sebelumnya ada seorang siswa yang sakit. Namun, siswa tersebut tetap datang dan mengikuti ujian, karena dinilai kondisinya yang memungkinkan untuk mengikuti UN, “Kalau kami lihat, kondisinya memang memungkinkan untuk ikut ujian. Siswa itu sakit dan datang diantar orangtuanya. Tapi selama mengerjakan soal tidak ada kendala,” terangnya. (cctv camera)

 

 

Temukan info lebih lengkap lagi seputar teknologi Camera CCTV

CCTV News
http://cctvcamera.co.id/category/cctv-news/

CCTV Video
http://cctvcamera.co.id/category/cctv-video/

CCTV Product
http://cctvcamera.co.id/category/cctv-product/

  • Category Product CCTV Arecont Vision CCTV
    http://cctvcamera.co.id/category/cctv-product/arecont-vision-cctv-product/
  • Category Product CCTV Centrix CCTV
    http://cctvcamera.co.id/category/cctv-product/centrix/
  • Category Product CCTV GeoVision CCTV
    http://cctvcamera.co.id/category/cctv-product/geovision-cctv-product/
  • Category Product CCTV Raytec CCTV
    http://cctvcamera.co.id/category/cctv-product/raytec/

Other Posts

Live Demo


Username: demo
Password : demo

Featured Video

CCTV yang bisa Zoom Sejauh 4Km dalam keadaan cuaca apapun. Cocok untuk di Pelabuhan dan Airport